Tidak lain tidak bukan, hanya sedang belajar dan mencoba tetap "khusnudzon"
Assalamu'alaikum sahabat/sobat semua
Thanks ya sudah mau mampir ke 'gubuk' saya yang sederhana ini, seperti diungkap dalam judul diatas, tidak lain dan tidak bukan, saya sedang belajar untuk menulis...bukan...bukan cuma menulis tapi menyuarakan pendapat saya sebagai seorang anak bangsa, warga negara, teman, saudara, pimpinan, ketua regu, imam, suami, ayah...atau apapun yang menjadi label saya (hehehe...banyak bener labelnya ya)....
yah, begitulah, yang namanya pendapat, opini atau suara saya ini pasti tidak lepas dari yang namanya khilaf dan luput apalagi kesalahan, tapi apalah daya saya, yang cuma manusia biasa yang bukan manusia super,ustadz, ulama, apalagi sedikit pun tidak akan bisa mendekati tauladan saya, Rasullullah SAW, walaupun pengennya menuju kesana.
Jadi, apapun yang saya sampaikan adalah benar-benar apa adanya, independen, tidak memihak, pun demikian bila terjadi keberpihakan pada sesuatu pendapat, maka "I am a stand up guy", tapi tetap saja apabila menyinggung dan menyakiti seseorang, maka saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kita lanjut ya, bagian dari perkenalan tentunya ada riwayat hidup yang perlu saya ceritakan disini, moga-moga engga jauh-jauh dari entri-entri saya yang selanjutnya, hahaha...tapi tahu tidak, "people always change" hobby, kebiasaan dan pekerjaan bisa saja berubah dari waktu ke waktu sedangkan yang tidak berubah adalah karakter dan watak seseorang (this opinion,...must have got it from somewhere..heheh)
Saya dilahirkan dari seorang ibu sederhana yang bernama Nurana Kesumasari pada tanggal 24 Juli 1976 (atau 1975 ya,...hahaha..inilah akibat dulu nyolong umur waktu bikin SIM, jadinya ditua-tuain) dengan seorang ayah yang juga seorang guru bernama Nurachmad Sujudwijono di Kota Jogjakarta (kalau menurut akte sih Surabaya rek!!, soalnya orang tua belum punya cukup biaya untuk bayar biaya pengurusan akte saat itu hehehe, jadi waktu sudah pindah ke Surabaya 5 tahun kemudian, itu akte baru diurus,ga apa-apa lah..yang penting kan punya akte).
Masa kecil saya sangat indah di Jogjakarta, sering ditinggal ayah bekerja dan ibu kuliah (sambil bekerja) saat itu, saya diasuh oleh kakek dan nenek saya tercinta, Kamaruddin Noor dan Srimurti, oh ya, lupa,.....ayah saya asli orang Bali (Bali..tar maksudnya hehe) dan ibu saya asli lahir di Jogja, sedangkan kakek saya asli orang Banjarmasin dan nenek tentu saja orang Jogjakarta. masa kecil...well, seingat saya dihabiskan untuk jadi anak dan cucu yang manis dan lucu, hehehehe....tentunya beranjak gede, lucunya ilang (InsyaAlloh tinggal manisnya aja hahah)
Saya tinggal di kota gudeg sampai dengan usia playgroup dan kemudian ikut orang tua (ya iyalah ikut ortu, masa pindah sendiri hehehe) ke kota pahlawan, Surabaya, disini saya tinggal sampai dengan usia SD kelas III dan akhirnya berpindah ke kota pelajar, Malang. Disini saya tumbuh dewasa, belajar sambil bekerja (ini sudah tradisi keluarga hehehe...sambil sekolah kalau bisa sambil cari duit, nanti saya ceritakan deh), sampai kuliah, dapat pekerjaan pertama, menikah dan kedua anak saya dilahirkan di kota Malang tercinta.
Saya bersekolah di SD Bhayangkari, kemudian SMP Negeri 1 Malang, berlanjut SMA Negeri 5 Malang (tentunya harus negeri, soalnya orang tua saya pegawai negeri hehehe....jadi kalau bisa harus sekolah negeri, bukan masalah gengsi, tapi sekali lagi masalah biaya)...lupa lagi..maklum baru pertama nulis blog, saya punya adik dua orang, laki-laki semua.
Alhamdullillah, Dian Kesuma Pramudya, adik yang kedua sekarang sudah menjadi dokter..(apa sudah jadi Doktor malahan,,,hehehe) yang jelas adik kedua ini jenius dan luar biasa tekun dalam belajar (maka sudah tersurat dalam takdir Alloh kan, bahwa orang yang jenius dan luar biasa tekun belajar pasti jadi "orang"..in this case jadi dokter), saat tulisan ini diposting, dia sedang mengambil program doktoral di Kobe, Jepang, hebat...luar biasa...empat jempol buatmu dik, do'a dan dukunganku selalu kepadamu.
Alhamdullillah juga, Dian Kesuma Wardana, adik yang ketiga, juga sudah jadi 'orang', dia jadi pimpinan cabang salah satu bank swasta milik Pemerintah, adik yang bungsu ini terkenal di keluarga dengan 'kediamannya' namun sebenarnya tidak kalah pintar dengan adik yang kedua. Meraih jabatan yang dipegang sekarang tanpa embel-embel kolusi dan nepotisme, murni hanya dan karena hanya karunia Alloh SWT berupa ilmu dan kepandaian yang luar biasa kepadanya. hebat....luar biasa...empat jempol juga buatmu dik, do'a dan dukunganku selalu kepadamu juga.
Kedua adik ini masing-masing telah dikaruniai Alloh SWT seorang anak (and more is incoming...hehehe..amin)
Setelah lulus kuliah di fakultas ekonomi di salah satu universitas negeri di Malang, saya mengakhiri perjalanan cinta saya (hahahah..pasti ketawa istri saya kalo baca ini) saat saya sudah bekerja dengan seorang wanita yang cantik luar biasa, sholehah dan calon bidadari surga saya, Mira Tania. seorang wanita sederhana kelahiran Cianjur (jadi guys...udah pasti wangi deh..hehehe) yang juga lulusan teknik industri salah satu perguruan tinggi di Malang. Kami dianugrahi dua buah cinta luar biasa yang jadi inspirasi saya setiap harinya, Mohammad Hammam Rafiandra Putra dan Rifaa Annisah Andara Putri.
Alhamdullillah, berbagai pengalaman, pahit dan manis telah dinikmati sebagai karunia-Mu ya Alloh, ingin saya berbagi di blog ini, namun mohon guys....para visitor blog saya, senantiasa do'akan saya supaya jauh dari ujub dan riya', dan senantiasa jadikan cerita saya ini sebagai bagian dari syi'ar dan sharing sementara khusnudzon harus tetap menjadi landasan saya, mohon selalu do'akan...terima kasih
Well....days gone by....a lot of stories (true of course) is to be told, so guys...welcome to my simple but shophisticated world...thanks a lot
Wassalamu'alaikum




No comments:
Post a Comment